Rahmat Allah. Jangan berputus asa darinya.

Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.(Az-zumar 39 :53)

Ayat di atas jika diperhatikan dengan teliti. Akan dapat dirasai betapa lembutnya Allah ‘azzawajalla memujuk kita agar tidak putus asa dengan rahmatnya. Ketika mana kita melampaui batas dengan melakukan dosa dan maksiat kepada Allah ‘azzawajalla.Tiba-tiba dengan lembut Allah ‘azzawajalla menyapa dengan firmannya “la taqnatu min rahmatillah, innallaha yaghfiru zunuuba jamii'a” janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa. Bahkan bukan itu sahaja. Malah Allah ‘azzawajalla menegaskan sekali lagi sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani

Al-hafiz Ibnu Katsir RH(wafat 774H) dalam tafsirnya menyebut berkenaan ayat ini,
Ayat yang mulia ini merupakan ajakan kepada semua pelaku ma'siat di antara orang-orang kafir dan selain mereka untuk bertaubat dan kembali kepada Allah.[1]

Saudara-saudariku,
Kita semua tidak akan pernah sunyi dari melakukan dosa. Samada sengaja ataupun tidak.Maka, di saat kita tergelincir dari landasan syari'at.Segeralah kembali kepada Allah. Ketahuilah, Dia sentiasa ada untuk mengampuni. Tidak kira dosa itu setinggi awan dilangit atau sebesar dunia.Firman Allah 'azzawajalla dalam hadis qudsi riwayat Imam at tirmizi RH(wafat 279H). "wahai anak adam, sekirannya engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku,akan aku ampuni.[2]
Imam Tirmizi RH berkata, hadis ini hasan shahih. Wallahu'alam.
--------------------
[1] Tafsir ibnu katsir, pustaka imam asy-syafi'i, jilid ke 8, 
[2] Hadis ke 42 Arba'in An nawawiyyah, Allah pengampun segala dosa

Michael Jordan missed his shot

I've missed more than 9000 shots in my career. I've lost almost 300 games. 26 times, I've been trusted to take the game winning shot and missed. I've failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed.Michael Jordan [1]
The first time I came aross this quote was in FB. It has been posted by one of the learn real english(LRE) members.Seriously, for me it is an eye opening quote.
Murabbi : I'm not eligible.
Murabbi is an arabic term. It's originated from the word rabba(nurture).  The doer(ism Fa'il) of rabba is referred to as murabbi. A lot of people refused to become murrabi and start giving out thousands excuses and reasons. For me these people afraid of failure. I used to be one. How if nobody listen to me? I don't know how to talk? I'm not the good person? My islamic knowledge is poor?
Now guys, let's sit back and think for a while. Look, every success come with failure. If we never try we'll never know. People can say anything. At last, the choice is in our hand. Allah will always help this deen even without us. We're nothing. Nothing. Just another creation that will be asked at the end of the day. On what we did in the rest of our life. Seriously. That day will come regardless of whether we're ready or not. WA
------------
[1] http://www.brainyquote.com/quotes/authors/m/michael_jordan.html

Khairunnas, are you?

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
 « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,
’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Hadits ini dishahihkan oleh al Albani didalam “ash Shahihah” nya. [eramuslim]

Terima kasih kerana mengingatkan. Betapa "khairunnas anfa 'uhum linnas"sebaik-baik manusia itu adalah yang memberi manfaat pada manusia lain". Hadis ini bukanlah kali pertama didengar. Bahkan saya yakin anda semua juga telah mendengarnya beberapa kali. Namun, tujuan hadis bukanlah sekadar untuk dibaca dan difahami maksudnya sahaja.Bahkan, untuk dipateri dalam kehidupan. Dilukis melalui amal perbuatan. Saya sendiri masih lemah. Bahkan,tidak pasti apakah kehadiran saya ini bermanfaat. Justeru, biarkanlah hadis ini bermain-main di dalam kotak pemikiran kita. Menghantui setiap gerak langkah. Agar kelak kita menjadi manusia yang bermanfaat.

"Oh Allah, betapa kerdilnya diri ini, mengharapkan ampunan dan rahmat dari sisi-Mu,semoga sahaja satu hari nanti ku bertemu-Mu, dengan qalbu as-salim(hati yang sejahtera)...dan suci dan segala dosa,permudahkanlah hisabku Ya Rahman ..ya Rahim.. Ya Ghafur"

Allah juga di situ

Pada suatu hari, saat di penjara mesir, seorang pengawal penjara membawa sheikh mustafa masyhur(SMM) bersama seorang anggota usrahnya yang tidak hilang-hilang gementar dan kengerian melihat penyiksaan yang luar biasa di luar batas manusia. Lantas, si anak usrah itu melontarkan persoalan kepada sheikh " ya naqib, bagaimana nasib kita bila mereka melemparkan kita ke sarang serigala lapar atau lubang busuk tanpa kehidupan" Sheikh mustafa masyur menjawab "mereka dapat membuang kita ke tempat manapun yang kita takuti, namun ketahuilah mereka tak akan mampu membuang kita ke tempat yang tidak ada Allah"[1]


Nah. Demikian jawapan sang murrabi yang jernih fikrahnya. Syu'ur(perasaan) yang sentiasa merasai maiyyatullah. Yakni kebersamaan Allah 'azzawajalla pada setiap saat dan ketika, dalam apa jua kondisi. 
Apa sahaja si musuh lakukan pada jasadnya tidak ada guna. Kerna syurganya. Kebahagiaan dan hartanya yang paling bernilai berada di dalam hati. Ghayah(tujuan) nya hanyalah ridha Allah. Dan hanya dengan redha ini dia akan mendapat keberuntungan yang besar. "dan keridhaan Allah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar"(at taubah 9 :72 )

Namun demikian perasaan maiyyatullah ini tidaklah hadir secara spontan. Ianya hanya wujud pada mereka yang beriman kepada Allah. Hasil dari ma'rifatullah(mengenal Allah). Ya. Mana mungkin bagi seseorang itu merasai kehadiran sesuatu tanpa mengenalnya terlebih dahulu.Teringat kata-kata seorang ulamak "awwaluddin ma'rifatullah" awal agama itu adalah mengenal Allah. 'Allahu'alam,
---
[1] Kata pengantar K.H. Rahmat Abdullah dalam Fiqh dakwah, sheikh mustafa masyhur.

There was an error in this gadget
 
Copyright © 2007 | Diseñado por Blog and Web